“Bersih Diri, Alam dan Mengakarnya Pancasila”
Wukirsari,10 Juli 2025
Jamasan dalam tradisi Jawa adalah reresik,pembersihan,pemurnian dan penyucian sebuah laku merawat pusaka agar kembali pada kesucian asalnya. Bagi sedulur Kendeng,nilai luhur ini mempunyai ikan bahwa pusaka sejati bukan hanya keris atau tombak,melainkan diri kita sendiri,manusia sebagai penjaga harmoni Bumi.


Manusia Jawa lahir dari tanah,bernafas sejuknya angin,hidup dari air dan hangat oleh api. Empat unsur itu bukan sekadar elemen alam. Mereka adalah penopang kehidupan yang tidak ternilai,warisan agung yang kini menagih janji kita.apakah kita akan merawatnya dengan bijak atau mewariskan kerusakan kepada generasi selanjutnya ?
“Rungokno tangise alase kae, sedih kelangan wit-witan sing gedhe.”
“kelara-lara alase kae wis dijarah,ditebang terus arep ditambang”
Karst Kendeng adalah kawasan karst yang unik dan vital bagi ekosistem. Formasi batuan ini menyimpan air,menyerap karbon dan menjaga kesejukkan udara yang menjadi penopang hidup manusia. Dalam beberapa dekade terakhir, maraknya kerusakan lingkungan terus meningkat tanpa ada perencanaan mengembalikan hutan dan aktivitas penambangan kapur terus menggali isi Bumi. Jika ini terus terjadi,bukan hanya Bumi yang keseimbangannya,tetapi juga manusia yang kehilangan sumber kehidupannya.


Jamasan Kendeng ingin menggali makna lebih dalam diri manusia,meneruskan budaya baik. Barikan sebagai perjamuan syukur di bawah langit terbuka,dan lamporan sebagai ritual persaudaraan antara manusia dan alam. Hingga penanaman Pohon Pancasila,semuanya adalah pengingaat bahwa hidup bukan sekedar tentang mengambil,tetapi juga memberi dan menjaga.
“Ayo padha njaga alas nandur wit-witan,supaya longgar anggone ambekan”
Pohon Pancasila disini bukan hanya penghijaun fisik: ia adalah lambang nilai-nilai yang menjadi akar kekuatan manusia ; gotong royong,keseimbangan,kesadaran akan diri dan alam. Setiap daun yang tumbuh adalah harapan,setiap akar yang menghujam adalah ikrar untuk selalu berpijak pada kearifan leluhur.
Penyerahan dan Penanaman Pohon Pancasila


Kita percaya,melalui langkah kecil ini,masyarakat kendeng dapat menghidupi filosofi ini dalam keseharian mereka. Bukan hanya tanah dan air yanag berbicara,tetapi juga jiwa-jiwa yang akan mewariskan nilai kesucian air dan kesadaran sebagi Masyarakat Baru penjaga harmoni.




Tinggalkan Balasan